ASAL USUL DESA GAJAH KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO


SATU DESA BERJUTA CERITA

Widiawati Kholifa
SMK Nasional Baureno

Cerita yang kandas akibat
 perkembangan jaman



            Saat kita mendengar Desa Gajah, mungkin cukup aneh di telinga kita, bagaimana tidak? Nama desa yang saya tempati ini seperti nama binatang besar, yang mempunyai mata sipit dan gading yang tajam. Berada di perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan, juga Kecamatan Baureno dan Kecamatan Babat membuat desa ini menjadi sangat strategis untuk dijadikan sebagai tempat wisata, perumahan, atau tempat berwirausaha.
            Desa Gajah adalah salah satu desa yang termasuk dalam wilayah Bojonegoro dari empat ratus dua puluh satu desa lainnya. Batas desa ini bisa dilihat dari arah timur berbatasan dengan jalan raya Babat Jombang dan merupakan pembatas kecamatan dan kabupaten sedang dari arah barat berbatasan dengan Desa Gunungsari dan dari arah selatan berbatasan dengan peguunungan kapur (Gunung Pegat). Dan juga dari arah selatan berbatasan dengan Kota Babat yang terkenal dengan wingkonnya.
 Namun, tempat terbaik Desa Gajah tidak dimanfaatkan dengan cukup baik oleh pemerintahannya untuk dijadikan tempat menjajakan barang khas dari Bojonegoro. Jika saja di Desa Gajah terdapat tempat produksi barang, makanan atau cinderamata khas Bojonegoro maka pemerintah daerah akan  mendapat pemasukan yang cukup besar karena banyak sekali orang yang melewati desa ini. Bukan hanya itu manfaat membuka lahan produksi dan pemasaran cinderamata khas Bojonegoro di Desa Gajah, tetapi juga dapat  memperkenalkan ciri produk Bojonegoro pada setiap  orang dari berbagai provinsi di Nusantara.
Desa Gajah dapat ditempuh dengan menggunakan motor, mobil ataupun kendaraan lainnya. infrastruktur jalan di desa ini cukup bagus walaupun ada sedikit jalan yang bergelombang itu karena jalan poros ini menjadi jalur arternatif Baureno Babat yang setiap hari dilewati oleh  kendaraan-kendaraan besar maupun kecil. Dari Bojonegoro kita hanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam-an untuk dapat mengetahui desa ini, dengan kecepatan sedang jika memakai motor ataupun mobil. Setelah itu kita dihadapkan pada patung sapi beserta anaknya dikiri jalan desa. Patung itu dibuat oleh warga sekitar utusan dari presiden kala itu. Saat itu pemerintah memberikan bantuan satu ekor sapi untuk satu rumah. Oleh karena itu, dibangunlah patung sapi lengkap dengan anaknya yang menyusu.

Asal usul Desa Gajah
 Sebenarnya desaku mempunyai asal usul yang unik, yang mungkin tidak akan dimiliki oleh desa lain. Banyak sekali cerita entah itu dongeng, mitos atau legenda yang berkembang di Desa  Gajah tentang asal usul Desa Gajah.
Menurut cerita, dahulu  wilayah Desa Gajah adalah sebuah hutan belantara yang dihuni oleh banyak sekali hewan dan tumbuhan liar. Itu terbukti tanah di Desa Gajah sangatlah subur dan banyak tumbuhan yang mudah ditanam di desa ini sehingga di desa ini ditemukan banyak sekali fosil atau sisa hewan dan batang tumbuhan. Nama gajah diberikan karena dulunya di desa ini pernah ditemukan sebuah fosil gading gajah di sebuah lurung atau secara umum disebut dengan tlaga di pusat desa pada masa Kerajaan Majapahit. Namun, fosil tersebut sekarang tidak dapat lagi ditemukan keberadaannya, karena sudah terjual kepada orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Asal usul pendapat yang pertama ini sangatlah kuat karena  nama-nama dusun di Desa Gajah berhubungan dengan tanaman dan hewan. Sebut saja Mbayeman, adalah sebuah dusun yang berada dipojok desa. Mbayeman diambil dari kata bayem atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan sayuran bayam hingga dulu tak ada tanaman lain yang dapat ditanam kecuali tanaman bayam. Namun, Mbayeman yang dulu bukanlah  Mbayeman yang sekarang, Mbayeman yang dulu hijau, indah dan asri dengan tanaman bayamnya, sekarang sudah berubah karena sekarang tidak ada lagi tanaman bayam melainkan sudah menjadi daerah industri yang berudara kotor dan berhawa pengap. Itu disebabkan karena dusun ini berada di samping jalan raya antarprovinsi.
Di selatan dusun Mbayeman, terdapat dusun yang diberi nam Dusun Nguloh. Kata nguloh berasal dari kata wuluh (blimbing wuluh), yaitu buah kecil namun mempunyai rasa masam yang sangat luar biasa. Konon di dusun ini dulu banyak sekali pohon blimbing wuluhnya. Dusun ini sampai sekarang masih kental dengan kebudayaan Jawanya.
Di selatan Dusun Nguloh terdapat dusun yang diberi nama dengan Dusun Munung. Kata Munung diambil dari kata gunung (Pegat) karena dusun ini berada disebelah Gunung Pegat. Kita bisa menapaki jalan setapak untuk bisa melangkahkan kaki kita ke Gunung Pegat.
Di utara Dusun Munung terdapat Dusun Banteng, tak perlu dipertanyakan lagi dusun ini diberi nama banteng karena mayoritas orang yang tinggal di dusun ini dulunya adalah  peternak banteng.
Berada di jantung desa, Dusun Gajah terletak di timurnya Dusun Banteng. Dusun Gajah merupakan pusat desa dari beberapa dusun di Desa Gajah. Serba serbi keindahan desa terpancar dari sini. Asal usul Desa Gajah pun tak lepas dari Dusun Gajah ini.
Di selatan dusun desa terdapat dusun yang diberi nama nDukuan. Konon dulu banyak orang yang bertapa di dusun ini, orang yang bertapa di dusun ini sering dipanggil dukun oleh orang yang mempercayai  ajarannya, maka disebutlah dusun ini dengan Dusun Dukuan yang berarti dusun para dukun.
Di utara dusun dukuan terdapat dusun yang diberi nama Ngablak yang berarti tertawa terbahak–bahak. Konon dulu orang yang tidak kuat dengan ilmu yang diterima setelah bersemedi di Dusun nDukuan akan stress, orang yang stress akan tertawa terbahak-bahak dan lari ke dusun ini.
Dan dusun terakhir di Desa Gajah adalah Dusun Sumuralas yang bertempat di sebelahttenggara desa dan berbatasan langsun dengan Kota Babat karena dusun ini berada di sebelah jalan raya.  Dusun ini mengalami perkembangan yang sangat modern  dari dusun-dusun lain. Perkembangan dusun ini tidak terlepas dari asal usulnya. Sumur alas terdiri atas dua kata yang memadukan keduannya. Sumur berarti sumber baik air, ilmu atau dan alas yang berarti hutan. Sumur alas pun terkenal dengan pondok pesantren yang didirikan oleh ulama’ besar penyebar sekaligus pendiri agama islam di desa gajah.
Menurut pendapat yang kedua, pemberian nama Gajah didasari alasan luas wilayah desa  yang sangat luas (besar, sebesar gajah) dan mempunyai bentuk seperti seekor gajah. Namun, itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena topografi Desa Gajah jika dilihat di dalam peta tidak seperti bentuk  gajah.
Pendapat ketiga menyebutkan bahwa nama Gajah didasarkan pada pegunungan kapur yang berada di selatan desa yang mempunyai bentuk seperti gajah. Pendapat yang ketiga inipun tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena pegunungan itu sekarang tidak berbentuk utuh lagi dan menurut saya itu tidak mungkin karena pegunungan tersebut dulunya berbentuk jajaran pegunungan biasa yang membentang dari Desa Gunungsari melewati Desa Gajah dan berujung di Desa Puncakwangi.
Itulah sekilas cerita mengenai asal usul Desa Gajah. Cerita tersebut bukanlah suatu mitos atau legenda yang harus diyakini kebenarannya. Itu bukanlah cerita asli asal usul Desa Gajah. Itu hanya cerita fiktif dari orang ke orang karena tidak ada yang tahu pasti bagaimana asal usul Desa Gajah sebenarnya. Tidak adanya peninggalan kala itu, juga informasi yang tidak disampaikan oleh buyut-buyut kala itu pada cucu-cunya dan juga ketidakmauan para remaja untuk mendengarkan petuah-petuah penting dari orang tua membuat informasi yang diterima terhambat sehingga menyulitkan saya memperoleh informasi. Banyak narasumber yang saya temui, namun kebanyakan dari mereka tidak tahu persis asal usul Desa Gajah. Bahkan, saat  saya tanya mantan lurah dua periode beliau terus terang angkat tangan walaupun sudah saya pancing dengan pertanyaan–pertanyaan usil.
Namun, mayoritas dari mereka lebih percaya dengan pendapat yang pertama karena itu dapat dibuktikan kebenarannya dengan adanya nama-nama dusun di Desa Gajah. Harapan saya dengan tulisan ini para pembaca memiliki minat untuk mempelajari dan melestarikan cerita asal usul desa kalian masing-masing
MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN
TERIMAKASIH
SELAMAT MEMBACA
SEMOGA BERMANFAAT

Ig: widiawati_kholifa
Fb: Widiawati Kholifa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUNUNG PEGAT